Sasaran & Strategi Program Studi Magister Teologi
Sasaran
  1. Sasaran theistik sebagai indikator keberhasilan tujuan theistik:
    1. Sarjana
      Terwujudnya lulusan yang rajin dan suka membaca dan mempelajari Kitab Suci, buku-buku theologia Alkitabiah dan lainnya. Sebelum lulus sudah membaca dan mempelajari keseluruhan Kitab Suci setidaknya 4 kali; dan membaca setidaknya 50 buku-buku theologi Alkitabiah dan/atau buku yang berkaitan.
    2. Suci
      Lulusan menjadi penginjil, pengajar, dan penggembala jemaat di gereja atau institusi gerejawi lainnya. Jadi lulusan tidak menganggur, karena langsung terjun dalam pelayanan di gereja/institusi kegerejaan.
    3. Setia
      Lulusan yang secara praktis tekun bergantung mengasihi Tuhan yang dinyatakan dalam kesetiaan.
  2. Sasaran kemanusiaan (humanistik) sebagai indikator keberhasilan tujuan humanistik:
    1. Kualitas kemanusiaan agar hidup benar di hadapan TUHAN (vertikal)
      Setia berjalan dalam iman yang diindikasikan dengan ketekunan dalam berdoa kepada Tuhan Yesus.
    2. Kualitas kemanusiaan agar hidup benar di hadapan manusia (horisontal)
      Terlibat aktif dalam persekutuan di gereja setempat atau di komunitas profesi (penginjil, pengajar, pendeta, rohaniawan) , dan kegiatan kemasyarakatan di lingkungan seperti RT/RW.
    3. Sasaran kebangsaan (nasionalistik) sebagai indikator keberhasilan tujuan kebangsaan:
      1. Sarjana
        Secara akademis tahu dan mampu menjelaskan dasar theologis Alkitabiah mengenai kedudukan, peran, dan tanggung jawab konstruktif gereja dalam pembangunan bangsa.
      2. Suci
        Secara praktis terlibat dalam organisasi dan/atau forum kerukunan umat beragama, misalnya menjadi anggota bagian dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
      3. Setia
        Setiap minggu menaikkan doa syafaat bagi pemerintah, bangsa, dan negara.
    4. Sasaran Kerakyatan (Kepemimpinan Demokratis) sebagai indikator keberhasilan tujuan kerakyatan:
      1. Sarjana
        Secara akademis lulusan mengerti, memahami prinsif-prinsif kepemimpinan hikmat.
      2. Suci
        Lulusan menjadi pemimpin yang baik dan berhikmatdalam suatu persekutuan komunitas Kristen, seperti menjadi gembala jemaat, pemimpin kaum muda gereja, pemimpin sekolah, dan lain-lain.
      3. Setia
        Secara praktis tetap rajin berdoa bergantung pada hikmat Ilahi dalam menjalankan tanggungjawab kepemimpinannya.
    5. Sasaran (Sosial) sebagai indikator keberhasilan:
      1. Sarjana
        Secara akademis: Menuliskan secara populer dasar-dasar theologis Alkitabiah bagi tanggung jawab sosial gereja dan mempublikasikannya dalam bentuk buku atau blog pribadi di internet.
      2. Suci
        Secara praktis turut terlibat dalam aksi-aksi sosial guna membantu saudara-saudara yang sedang dalam kesusahan: membesuk orang yang sakit di rumah sakit, memberi bantuan kasih kepada orang miskin, korban bencana alam, dll.
      3. Setia
        Melakukan tanggung jawab sosial sebagai pelaksanaan perintah utama untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Strategi
  1. Menyelenggarakan pendidikan theologi dengan sifat 3I (Imani, Injili, dan Interdenominasi)
    1. Imani
      Iman kepada Allah menjadi modal utama (Ibrani 1:1)
    2. Injili
      Alkitab (PL dan PB) diterima sebagai firman Allah yang diilhamkan seutuhnya tanpa kesalahan dalam naskah aslinya, dan sebagai otoritas tertinggi dalam iman dan kehidupan (2Tim. 3:15-17)
    3. Interdenominasi
      Konsep tubuh Kristus menjadi landasan kerjasama antara STTII dengan berbagai denominasi gereja di Indonesia dan dunia. Konsep tubuh Kristus menjadi motivasi untuk menghasilkan hamba Tuhan yang mampu melayani gereja-Nya. Civitas akademika STTII dari berbagai denominasi gereja.
  2. Menetapkan lima kriteria pendidikan, yaitu
    1. Otoritas
      Alkitab sebagai dasar mutlak satu-satunya. Tekanan pada eksposisi yang cermat dan tepat.
    2. Diversitas
      Bidang-bidang studi yang luas tetapi fundamental sebagai persyaratan awal.
    3. Spesialisasi
      Pengkhususan studi sesuai dengan panggilan pribadi.
    4. Korelasi
      Penyatuan yang seimbang antara pengetahuan dan pelayanan.
    5. Interaksi
      Metode belajar mengajar yang timbal balik.
  3. Mensosialisasikan visi, misi, tujuan, dan sasaran prodi agar sivitas akademika, khususnya yang berada dalam lingkup Prodi Magister Teologi, serta para pengguna (stakeholders) mengetahui, mengerti, memahami, menyadari, dan terlibat/berpartisipasi dalam misi pengejawantahan visi tujuan, dan sasaran Prodi Teologi Kependetaan.
  4. Mengupayakan agar sistem tata pamong Prodi berada dalam kepemimpinan dan pengelolaan yang efektif sehingga semua unsur tata pamong bekerja secara sinergis untuk menjalankan program studi sesuai fungsi dan tugasnya masing-masing unsur.
  5. Menetapkan kriteria 3S (Sarjana, Suci, Setia) yang dijiwai nilai-nilai Pancasila sebagai persyaratan kelulusan bagi mahasiswa.
    1. Sarjana
      Memiliki kualitas akademis yang tinggi (head knowledge).
    2. Suci
      Memiliki kualitas kehidupan profesional dan moral yang selaras dengan talenta, karunia dan panggilan (handknowledge).
    3. Setia
      Memiliki kualitas setia, yakni senantiasa berdoa sebagai ekspresi iman kebergantungan kepada hikmat, pertolongan, dan pimpinan TUHAN dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan (heart knowlede).
  6. Peningkatan kuantitas dan kualitas pengajar.
    1. Menetapkan kriteria 3S (Sarjana, Suci, Setia) bagi para dosen.
      1. Sarjana (head knowledge)
        Di samping studi lanjut, para dosen juga rajin dan giat belajar guna meningkatkan kualitas intelektual akademisnya.
      2. Suci (handknowledge)
        Para dosen harus memelihara karunia mengajarnya dengan cara menjaga kualitas kehidupan moralnya dan mengikutkan dalam pelatihan/pendidikan guna meningkatkan wawasan dan skill dalam menjalankan proses belajar mengajar.
      3. Setia (heart knowlede)
        Kesetiaan dalam mengandalkan hikmat dan pertolongan Tuhan guna mengatasi berbagai persoalan dan kebutuhan yang muncul dalam menjalankan tugas mengajar.
    2. Memastikan ketersediaan tenaga pengajar
  7. Melakukan evaluasi berkala terhadap kurikulum baik relevansinya terhadap kebutuhan gereja masa kini, juga dan terutama evaluasi pelaksanaanya di kelas per semester.
  8. Melengkapi sarana dan prasarana perkuliahan.
STTII Yogyakarta:Program-Studi / Magister Teologi (M.Th) / Sasaran & Strategi